Aturan SHAF Sholat

ATURAN SHAF SHOLAT

Aturan Shof Sholat Berjamaah

Panduan Membentuk Shaf dalam Shalat jamaah

1.Shaf dikatakan sempurna bilamana para makmum Rapat,Lurus dan Rapi,Lengan Saling Bertemu,Tumit menyesuaikan (A).

2.Bila ma’mum hanya satu orang, ma’mum harus berposisi di sebelah kanan Imam dengan sedikit mundur ke belakang (B).

3. Bila hanya 2 lelaki bermakmum dan tidak mungkin bertambah lagi, maka cukup berdiri di kanan-kiri imam mundur sedikit (C), tetapi bila makmum berpeluang datang lebih dari 2 orang lelaki (misal: di Masjid, Musholla), ma’mum pertama harus mundur sejauh 1Shaft ke belakang dan membentuk shaf di belakang Imam bersama ma’mum yang lain (D).

4. Bila para ma’mum terdiri dari pria dan wanita shaf pria berdiri di depan dan shaf wanita di belakang.

5. Bila ma’mum terdiri dari seorang pria dan seorang wanita, ma’mum pria berdiri di sebelah kanan Imam sedikit mundur,sedang  ma’mum wanita di belakang mereka (E).

6.Membuat shaf baru harus dimulai dari belakang Imam dan diutamakan menyamping ke kanan lebih dahulu baru kemudian ke kiri (diupayakan simetris) (A), tidak dimulai dari sebelah kiri (F) atau dari sebelah kanan (G)

7.Tidak sempurna membentuk shaf secara terputus-putus (H)

8.Tidak sempurna membuat shaf baru bilamana shaf didepannya belum penuh (I) Tidak sempurna membentuk shaf sendirian (minimal harus ada 2 orang),Nilai Sholat Jamaahnya tidak sah. (J).

Dasar Acuan
1.”Shaf laki-laki yang terbaik adalah yang terdepan, dan yang terjelek adalah yang paling belakang” ( HR. Muslim)

2.”Ketika Rasulullah shalat dalam suatu peperangan datanglah Jabir berma’mum di sebelah kiri Rasulullah, maka ditariklah ia ke sebelah kanan Rasul, kemudian datang menyusul Jabbar bin Shokhr dan berdiri di sebelah kiri Rasul, maka keduanya ditarik oleh Rasul ke belakang Beliau. (H.R. Muslim).

3.Anas R.a. berkata : “Sungguh Rasulullah telah shalat bersamanya beserta ibunya. Beliaupun memposisikan saya di sebelah kanan Beliau dan ibu saya di belakang kami. (H.R. Muslim).

4.Rasulullah bersabda kepada salah seorang sahabat : “Ulangilah shalatmu, sia-sialah shalat seseorang yang berdiri sendirian membuat shaf. ( H.R. Ibnu Majah dan Ahmad).

Gambar di atas telah disampaikan dan disetujuan oleh para Pakar yaitu  :
1. KH.Abdusshomad Buchari
2. Prof.Dr.H.M. Roem Rowi,MA.
3. Prof.Dr.H. Ahmad Zahro,MA,.
4. Dr.H. Zainuddin MZ, Lc. MA.

Catatan :
Ukuran Gambar sebenarnya adalah ukuran Kertas A3, jika berminat hubungi email kami, kami akan mengirim Ukuran Full untuk anda.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*